Operasi adenoid yang membesar

Adenoid_hypertrophy

adenoid adalah organ yang sel selnya sama dengan amandel. Kalau amandel letaknya di belakang samping lidah maka adenoid letaknya di belakang Hidung. Jika adenoid membesar maka hidung akan mampet dan akan keluar Ingus terus menerus.

seringkali bila amandel besar adenoid juga besar, sehingga bersamaan dengan operasi amandel, adenoid juga diangkat sekalian. Operasi pengangkatan adenoid ini lebih mudah dibandingkan operasi amandel, dengan resiko perdarahan lebih sedikit.

Tidur ngorok pada anak-anak Kebanyakan disebabkan amandel dan adenoid yang besar.

Kenapa adenoid menjadi perhatian penting juga? Karena posisi adenoid yang sangat berdekatan dengan tuba Eustachius, maka banyak penyakit congek (telinga meler) disebabkan karena adenoid yang membesar dan menutupi saluran tuba tersebut.

Pemeriksaan adenoid yang paling mudah adalah dengan melakukan Foto Rotgen adenoid, akan tampak sesuatu yang menutupi belakang hidung.

Operasi adenoid sangat mudah, caranya dengan curetase melalui mulut. Resiko perdarahan karena curete adenoid sangat minimal, karena adenoid vaskularisasinya kapiler. Berbeda dengan amandel, tonsila palatina (amandel) vaskularisasinya arteri, kemungkin perdarahan operasi masih bisa terjadi. Saat ini untuk meminimalisir perdarahan akibat operasi amandel, bisa digunakan alat bernama plasma coblation.

Operasi adenoid tanpa operasi amandel juga kerap dilakukan, disebabkan amandelnya memang tidak bermasalah dan tidak besar.

Tonsilitis Kronis

Tonsilitis Kronis

Etiologi tonsilitis kronis.

Manual ebook operasi tonsilektomi

Tonsilitis kronis disebabkan oleh kuman yang bukan penyebab tonsilitis akut (bakteri gram positif). Namun kadang-kadang bakteri gram positif ini berubah menjadi bakteri gram negatif. Faktor predisposisi tonsilitis kronis antara lain rangsangan kronis rokok, makanan tertentu, higiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, dan pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat.

Patologi tonsilitis kronis.

Radang berulang akan mengikis epitel mukosa tonsil dan jaringan limfoid. Selama proses penyembuhan, jaringan limfoid akan terganti oleh jaringan parut yang akan mengkerut sehingga melebarkan kripti yang terisi oleh detritus. Bila keadaan ini (proses radang) terus berlangsung maka dapat menembus kapsul tonsil sehingga melekatkan dengan jaringan sekitar fosa tonsilaris. Anak disertai oleh pembesaran kelenjar submandibula.

Gejala & tanda tonsilitis kronis.

Tonsilitis kronis memiliki tanda berupa pembesaran tonsil yang permukaannya tidak rata, pelebaran kriptus, dan sebagian kripti terisi oleh detritus. Gejala tonsilitis kronis berupa tenggorok rasa mengganjal & kering dan napas berbau.

Terapi tonsilitis kronis.

Tonsilitis kronis dapat diatasi dengan menjaga higiene mulut, obat kumur, obat hisap, dan tonsilektomi.

Indikasi tonsilektomi :

  • Infeksi berulang & kronis.
  • Terjadi gejala sumbatan.
    Infeksi berulang kronis antara lain :
  • Infeksi telinga tengah yang berulang.
  • Rinitis & sinusitis kronis.
  • Abses peritonsil & abses kelenjar limfe leher berulang.
  • Tonsilitis kronis dengan nyeri tenggorok yang menetap dan napas berbau.
  • Tonsil sebagai fokal infeksi dari organ lain.
Gejala sumbatan sebagai indikasi tonsilektomi antara lain :
  • Sumbatan jalan napas akibat hiperplasia tonsil.
  • Sleep apnea.
  • Gangguan menelan dan berbicara.
  • Cor pulmonale.

Komplikasi tonsilitis kronis.

Gangguan tonsilitis kronis dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi melalui perkontinuitatum, hematogen atau limfogen. Penyebaran perkontinuitatum dapat menimbulkan rinitis kronis, sinusitis, dan otitis media. Penyebaran hematogen atau limfogen dapat menyebabkan endokarditis, artritis, miositis, nefritis, uveitis, iridosiklitis, dermatitis, urtikaria, furunkulosis, dan pruritus.

Daftar Pustaka

Rusmarjono & Efiaty Arsyad Soepardi. Penyakit Serta Kelainan Faring & Tonsil dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. dr. H. Efiaty Arsyad Soepardi, Sp.THT & Prof. dr. H. Nurbaiti Iskandar, Sp.THT (editor). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006.

Konsultasi Dokter Spesialis THT


https://dokter-tht-spesialis.com

Oleh : Muhammad al-Fatih II

Technorati Tags: , , , ,