RSS

Disfagia

25 Jan
Technorati Tags: ,,

SULIT MENELAN  (DISFAGIA)

DEFINISI
Sulit menelan merupakan suatu gejala atau keluhan yang diakibatkan adanya kelainan di dalam saluran pencernaan yang paling atas, yakni orofaring dan esophagus. Keluhan ini akan bermanifestasi bila terdapat gangguan gerakan-gerakan pada otot menelan dan gangguan transportasi makanan dari mulut ke lambung. Beberapa keluhan lain yang dapat menyertai keluhan sulit menelan adalah nyeri waktu menelan ( odinofagia), rasa terbakar di leher hingga dada, rasa mual dan muntah, muntah darah (hematemesis), berak berdarah (melena) batuk dan berat badan berkurang
Berdasarkan penyebabnya, disfagia dibagi menjadi tiga bagian
Disfagia mekanik, sumbatan rongga esophagus oleh massa, peradangan, penyempitan, atau penekanan dari luar.
Disfagia motorik, adanya kelainan pada system saraf yang berperan dalam proses menelan
Disfagia karena gangguan emosi

PATOGENESIS / ETIOLOGI
Proses menelan merupakan suatu sistem yang kompleks, adanya gangguan pada salah satu unsur menelan dapat menyebabkan gangguan menelan, gangguan kordinasi dan juga integrasi pada unsur-unsur tersebut juga dapat menyebabkan gangguan menelan. Berbagai faktor yang membantu proses menelan :
Ukuran makanan yang ditelan
Diameter rongga esofagus
Kontraksi peristaltic esofagus
Fungsi sphincter esophagus
Kerja otot-otot rongga mulut dan lidah

GEJALA KLINIS
Dari riwayat penyakit dapat didapatkan beberapa informasi yang dapat membantu penegakan diagnosis, jenis makanan dapat menjelaskan jenis disfagia yang terjadi. Pada disfagia mekanik, sulit menelan terjadi pada makanan-makanan yang padat, makanan tersebut kadang perlu dibantu dengan air untuk menelan, bila keadaan ini terjadi semakin parah, perlu dicurigai adanya keganasan atau kanker. Sebaliknya pada disfagia motorik keluhan sulit menelan terjadi pada makanan padat dan makanan cair. Disfagia yang hilang dalam beberapa hari atau seminggu dapat disebabkan oleh peradangan pada rongga esophagus.

Dari pemeriksaan fisik dapat dilihat adanya massa pada leher atau pembesaran kelenjar limfa yang dapat menekan esophagus. Pada pemeriksaan rongga mulut, dapat dilihat adanya peradangan atau pembesaran tonsil (amandel).

Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan biasanya adalah foto polos esofatus dengan zat kontras. Pemeriksaan ini tidak merusak dan tidak merusak. Pemeriksaan yang lain adalah  CT-scan, MRI atau esofagoskopi. Pemeriksaan esofagoskopi  adalah pemeriksaan yang melihat langsung esophagus dan keadaan rongganya.

PENATALAKSANAAN

Terapi terbaik untuk Disfagia adalah terapi langsung pada penyebab disfagia itu sendiri, dapat diberikan obat seperti pada gangguan disfagia akibat radang pada esophagus. Pada gangguan menelan akibat massa yang menekan biasanya digunakan terapi bedah.

 
2 Comments

Posted by on January 25, 2009 in bronkoesofagologi

 

2 responses to “Disfagia

  1. ujang salim

    September 16, 2009 at 7:20 am

    mungkin lebih tepatnya untuk penatalaksanaan di sampaikan oleh seorang speechtherapist. ya nu

     
  2. ujang salim

    June 14, 2010 at 1:40 pm

    dalam penangan disfagia harus profesional sekali,dalam melakukan penatlaksanaannya kita tidak luput dari hasil pemeriksaan klinis yang cermat dan lupa pula dalam anamnesa riwayat penyakitnya.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: