RSS

Ozaena (Rinitis Atrofi)

29 Dec

Rinitis Atrofi (Ozaena)
Oleh : Muhammad al-Fatih II
Rinitis atrofi (Ozaena) merupakan penyakit infeksi hidung yang kronis (rinitis kronis) dan ditandai oleh atrofi mukosa dan tulang konka hidung.

Rinitis atrofi (Ozaena) lebih banyak ditemukan pada wanita, usia 1-35 tahun (terbanyak usia pubertas). Juga lebih sering terdapat pada masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi lemah dan lingkungan yang buruk.

Penyebab rinitis atrofi (Ozaena) belum diketahui sampai sekarang. Namun ada beberapa keadaan yang dianggap berhubungan dengan terjadinya rinitis atrofi (Ozaena), yaitu :

  • Infeksi setempat.Paling banyak disebabkan oleh Klebsiella Ozaena. Selain golongan Klebsiella, kuman spesifik penyebab lainnya antara lain Stafilokokus, Streptokokus, dan Pseudomonas aeuruginosa.
  • Defisiensi.Defisiensi Fe dan vitamin A.
  • Infeksi sekunder.Sinusitis kronis.
  • Kelainan hormon.
  • Penyakit kolagen. Penyakit kolagen yang termasuk penyakit autoimun.

Perubahan histopatologi dalam hidung pada rinitis atrofi (Ozaena), yaitu :

  • Mukosa hidung. Berubah menjadi lebih tipis.
  • Silia hidung. Silia akan menghilang.
  • Epitel hidung. Terjadi perubahan metaplasia dari epitel torak bersilia menjadi epitel kubik atau epitel gepeng berlapis.
  • Kelenjar hidung. Mengalami degenerasi, atrofi (bentuknya mengecil), atau jumlahnya berkurang.


Gejala klinik rinitis atrofi (Ozaena),
antara lain :

  • Napas. Napas berbau busuk.
  • Ingus / sekret. Ingus / sekret kental.
  • Kerak / krusta. Kerak / krusta berwarna hijau dan berbau busuk.
  • Penciuman. Penciuman menurun.
  • Hidung. Hidung rasa tersumbat.
  • Kepala. Kepala rasa sakit.

Pemeriksaan THT pada kasus rinitis atrofi (Ozaena) dapat kita temukan :

  • Rongga hidung. Rongga hidung sangat lapang.
  • Konka hidung. Konka nasi media dan konka nasi inferior mengalami hipotrofi atau atrofi.
  • Sekret. Sekret purulen dan berwarna hijau.
  • Krusta. Berwarna hijau.

Pemeriksaan penunjang pada kasus rinitis atrofi (Ozaena) yang dapat kita lakukan antara lain :

  • Transiluminasi.
  • Foto Rontgen. Foto sinus paranasalis.
  • Pemeriksaan mikroorganisme.
  • Uji resistensi kuman.
  • Pemeriksaan darah tepi.
  • Pemeriksaan Fe serum.
  • Pemeriksaan histopatologi.

Terapi rinitis atrofi (Ozaena) bertujuan untuk menghilangkan penyebab dan gejalanya. Ada 2 cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi rinitis atrofi (Ozaena), yaitu :
Pengobatan konservatif. Meliputi pemberian antibiotik, obat cuci hidung, dan simptomatik.
Operatif. Meliputi tindakan implantasi dan menutup.
Pemberian antibiotik pada rinitis atrofi (Ozaena) sebaiknya menggunakan antibiotik spektrum luas dan menyesuaikannya dengan hasil uji resistensi kuman.

Pemberian obat cuci hidung pada rinitis atrofi (Ozaena) bertujuan untuk menghilangkan bau busuk, dan membersihkan sekret & krusta. Bahan obat cuci hidung tersebut terdiri atas 3 pilihan, yaitu :
Betadin. Larutan betadin 1 sdm dalam air hangat 100 cc.
NaCl, NH4Cl, NaHCO3 aaa 9, & aqua 300 cc. Keempat larutan ini dicampur dan diambil 1 sdm lalu dicampur dalam 9 sdm air hangat. Larutan ini dihirup melalui hidung dan dikeluarkan dengan dihembuskan kuat-kuat atau dikeluarkan melalui mulut bila larutan masuk ke dalam nasofaring. Hal ini dilakukan 2 kali sehari.
Larutan garam dapur yang hangat.

Pemberian obat simptomatik pada rinitis atrofi (Ozaena) biasanya dengan pemberian preparat Fe.

Tindakan operatif dengan implantasi untuk menyempitkan rongga hidung.

Tindakan menutup lubang hidung dilakukan pada nares anterior. Penutupan pada koana menggunakan palatal flap. Penutupan ini berguna untuk mengistirahatkan mukosa hidung. Hal ini dilakukan selama 2 tahun.
Daftar Pustaka

Endang Mangunkusumo & Nusjirwan Rifki. Rinorea, Infeksi Hidung dan Sinus dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. dr. H. Efiaty Arsyad Soepardi, Sp.THT & Prof. dr. H. Nurbaiti Iskandar, Sp.THT (editor). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006.

Technorati Tags: ,

 
Leave a comment

Posted by on December 29, 2007 in hidung

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: